Sekretariat : Apartemen Sudirman Park Unit A-36-BF, Jl. KH. Mas Mansyur Kav.35, Jakarta Pusat 10220
Phone: 081351471956 (Arief), 087880054874 (Annisa)

Kamis, 01 Januari 2009

HAPPY NEW YEAR 2009




Read More......

Rabu, 31 Desember 2008

FENGSUI 2009

Ditahun 2009 tahun kerbau tanah... akan banyak sekali perubahan yang mendasar bagi negara kita.

Dari segi perekonomian : akan banya sekali pergantian usaha besar besaran dan akan sering terjadi perusahaan yang besok dibangun beberapa waktu ditutup...
Para pengusaha agar lebih hati hati..... dan kembali melakukan ikat pinggang... akan tetapi di bulan September nanti bintang terang akan datang di Indonesia , perekonomian mulai berubah membaik dan semua sektor akan meningkat baik.

dari segi politik... makin banyak politik kotor yang dilakukan kaum cendekiawan kita... jadi kita masyarakat harus lebih bersikap pintar dan sabar... karena ada pihak pihak luar yang akan jug ikut andil memperngaruhi kondisi perekonomian kita, terutama di bulan February, Maret, dan di bulan May... kondisi perekonomian juga berpengaruh .... mata uang rupiah akan melemah , dan gejolak sosial , akan meningkat.... pencurian, pembunuhan dan perampokan akan makin besar.... untuk itu kita harus banyak berDOA...agar lepas dari itu....
Untuk Shio shio yang beruntung, seperti shio macan,naga, tikus,monyet, anjing, ayam dan kelinci, agar lebih sadar dan jangan takabur... bintang terang akan trus melindungi anda....


untuk shio yang kurang beruntung..jangan khawatir.... lakukan ritual doa, tiap waktu dan percaylah , dibulan bulan tertentu anda akan lebih beruntung, asalkan anda lebih banyak menderma, dan ada ritual yang dilakukan.

Untuk pembangunan rumah / tempat tingal, tempat usaha agar lebih diperhatikan...
Untuk melangsungkan pernikahan lebih bagus ditahun ini..karena keturunan akan panjang.. dan tidak pernah kekurangan.

Terimakasih atas perhatiannya semoga semua mahluk dibumi ini berbahagia...

Hormat saya,


Yohan Suyangga K.SE.MM

Fengshui Jakarta Konsultan
08156590575

Read More......

Selasa, 25 November 2008

Kamis, 23 Oktober 2008

PEMBANTAIAN DOLPHIN DI DENMARK

This happens in Denmark.
DENMARK!
Pass it on to your friends around the world!
It is OUTRAGEOUS!!!!! Make Denmark STOP!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

WHAT A SHAME, A SAD SHAME.
THIS MAIL HAS TO BE SEEN.
THERE IS NO WORST BEAST
THAN HUMAN KIND ITSELF!!!
While it may seem liar even today continues to be made this time of year BRUTAL, Dantesque, bloody slaughter in the Faroe Islands, which belong to Denmark . A country supposedly 'civilization' AND EUROPEAN UNION country. For many people this attack to life is unknown , to sensitivity. IN THIS bloody slaughter to attend Moz to 'show' entering adulthood (!) Is absolutely incredible that no one does A SHIT to prevent this barbarism that are committed against Calderon, an intelligent dolphin who has the particularity of approaching People out of sheer curiosity.
Forward this everywhere... PLEASE.




Read More......

Selasa, 14 Oktober 2008

Sekilas Informasi Tentang Krisis Ekonomi di Amerika

Juntrungan Krisis Subprime di Amerika Serikat
Kalau Langit Masih Kurang Tinggi
Oleh: Dahlan Iskan

Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya
''menceritakan' '
secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS saat ini. Seperti
juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit liver, meski mereka tahu
saya bukan dokter. Saya coba:

Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus
berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah
perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal
caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya.

Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu
lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka mau
tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus terus naik
dan labanya harus terus meningkat.

Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu orang,
sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan mereka.

Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau para
pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih tinggi
dibanding waktu mereka beli dulu: untung.

Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual
saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang kian
banyak.

Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan
baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara kucing
putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja para CEO
tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak, hukum
perburuhan, dan seterusnya.

Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa tertekan
dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa untung, tapi
kadang bisa rugi?

Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target. Tanpa
disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya. Mengapa?
Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO. Kedua, agar dia

mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung sekian persen dari laba
dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus yang diterima para CEO
perusahaan besar di A
S bisa 100 kali lebih besar dari gaji Presiden George
Bush. Mana bisa dengan gaji sebesar itu masih stres?

Keinginan pemegang saham dan ke
inginan para CEO dengan demikian seperti
tumbu ketemu tutup: klop. Ma
ka, semua perusahaan dipaksa untuk
terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus
dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan baru.
Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang lain.
Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan cara yang
licik -dan kasar! Istilah populernya hostile take over.

Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi untuk
bikinkan berbagai
peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa mendapat
jalan.

Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para
direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar setahun.
Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik. Pemerintah
happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi happy karena
dapat dukungan atau sumber dana.

Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan
kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli
kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya.
Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju la
gi.

Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau tidak
bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia atau

negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang apa sajake AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa terbesar di dunia:USD 2 triliun!Sudah lebih dari 60 tahun cara ''membesarkan' ' perusahaanseperti itudilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi kapitalis. ASdengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi penguasa dunia.Tapi, itu belum cukup.Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap tidakcukup lagi: harus computerized!Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus meningkatharus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah sebesar gajahharus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga belum cukup.Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagiperusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus meningkat,dicarilah jalan agar penjualan rumah
tetap bisa dilakukan dalam jumlahyang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus diciptakan agarkucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga mobilnya.Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan belirumah?Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan
bisa lebihbesar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimanaperusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa lebihbesar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjualkloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan harussemakin besar?Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada 1980,pemerintah bikin keputusan yang disebut ''Deregulasi KontrolMoneter''.Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat diperbolehkanmenggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan bunga tambahandari
bunga yang sudah ditetapkan secara pasti. Peraturan baru itu berlakudua tahun kemudian.Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan,asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yangdimanfaatkan perbankan secara nyata.Begini ceritanya:Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semaca
mundang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkanmemenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti KPR,meski tidak sama).Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambilmortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya ringankarena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen setahun.Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage. Yangterbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan properti diDubai naik 55 persen. UU Mortgage
tersebut sangat ketat dalam menetapkansyarat orang yang bisa mendapat mortgage.Dengan keluarnya ''jalan baru'' pada 1980 itu, terbuka peluanguntukmenaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup. Bankbisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif. Juga parabroker dan bisnis lain yang terkait.Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan. Maka,ada lagi ''jalan baru'' yang dibuat pemerintah enam tahunkemudian. Yakni,tahun 1986.Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya:pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga berlaku bagipembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya rumah, kalau maubeli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam fasilitas itu.Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang luarbiasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan,
seperti di Swedia atauDenmar
k, gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen. Imbalannya, semuakeperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan gratis. Hari tua jugaterjamin.Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat drastismenjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya. Kredit yangdisebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar setahun langsungmenjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun-tahun berikutnya terusmeningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD 700 miliar setahun.Kata ''mortgage'' berasal dari istilah hukum dalam bahasaPrancis.Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah. Dalammortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah itu Andaserahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh menempatinya selamacicilan Anda belum lunas.Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet,
rumahitu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukanrumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar cicilan, ikraritu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung pergi dari rumahtersebut.Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking
seperti LehmanBrothers?Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya karenafasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh ''parapelakubisnis keuangan'' sebagai peluang untuk membesarkan perusahaan danmeningkatkan laba.Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitasmortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli rumah.Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga parapemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage- kan lagi untukmembeli
rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun bisamendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik. Kalau tohsuatu saat ada yan
g tidak bisa bayar, bank masih untung. Jadi, tidak adakata takut dalam memberi kredit rumah.Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalamundang-undang perbankan yang keras.Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan.Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan ''bank jenislain'' yang disebut investment banking.Apakah investment banking itu bank?Bukan. Ia perusahaan keuangan yang ''hanya mirip'' bank. Ialebih bebasdaripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat banyak hal:menerima macam-macam ''deposito'' dari para pemilik uang,meminjamkanuang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham, menjadi penjamin,membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan apa pun
yang orangbisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang tidak pernahmemikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, dan banyak lagi adalah jenisinvestment banking itu.Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi pinjamantanpa ketentuan pembatasan apa pun. B
isa membeli perusahaan dan menjualnyakapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam kepada siapa saja:kepada bank lain atau kepada sesama investment banking. Atau, juga kepadaorang-orang kaya yang punya banyak uang dengan istilah ''personalbanking''.Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yangmenawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana, sayadapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya tidaksanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu.Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu sayaserahkan ke Dirut Jawa
Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau menghitung angkalebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada dasarnya dia tidakmenawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk memutar cash-flow.Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu hanyaorang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage, yang kurangmemenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta mortgage.Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan olehbesar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup seseorang. Orangyang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas. Setiap tahun orangbisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau turun.Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah lewatmortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa denganterus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan penghematanpengeluaran.Tapi,
karena perusahaan harus semaki
n besar dan laba harus kian tinggi,pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah ditawarimortgage. Toh kalau gagal bayar, rumah itu bisa disita. Setelah disita,bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pinjaman. Tidakpernah dipikirkan jangka panjangnya.Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang dari10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang disitasangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak orang yangjual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti nilai jaminanrumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu berarti kian banyakyang gagal bayar.Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula menjaminkanrumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang lain. Yang lainitu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu menjaminkan ke
yangberiktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain ambruk. Seperti kartudomino yang didirikan berjajar. Satu roboh menimpa kartu lain. Robohsemua.Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu? Belumada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5 triliun dolar.Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana APBN USD 700 miliar,memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana itu tidak menyelesaikanmasalah, apa harus menambah USD 700 miliar lagi? Lalu, USD 700 miliarlagi?Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum maumenyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan sebanyakUSD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh bangsa dan negaraIndonesia dijadikan satu.Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah danrakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan
danorang Indonesia yang ''menabung'' -kan uangnya dilembaga-lembagainvestment banking yang kini lagi pada kesulitan itu.Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya tidakbanyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya padaSingapura, Hongkong, atau Tiongkok.Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadisalah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia. SedangkanTiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan sangat menurun,yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak bisa dikirim secarabesar-besaran ke sana. Kita, setidaknya, masih bisa menanam jagung.(*)Sumber: Jawa Pos - Minggu, 28 September 2008
Read More......

Rabu, 01 Oktober 2008

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H




Read More......